Bertahanlah. Bukan. Tahan Aku.

Aku sedang merenungkan arti kata setia.

Apa sih itu kesetiaan?


Kesetiaan itu keteguhan hati. Ketaatan. Kepatuhan. Perhambaan.

Itu sih menurut KBBI.

Aku merenungi kata setia dari bahasa inggris.

Setia itu diartikan sebagai faithful. Ada unsur faith dalam kata setia dalam bahasa inggris. Faith bisa juga kita artikan iman.

Bisa kita artikan,


Setia itu adalah keteguhan hati. Ketaatan. Kepatuhan. Perhambaan. Yang semuanya itu dilakukan dengan iman?” Aku menganggapnya begitu.

Keteguhan hati, kepatuhan, ketaatan, perhambaan, berbicara tentang sebuah kata benda yang apabila diubah ke dalam kata kerja memerlukan objek pendampingnya.

Read More

Advertisements

Lubang Resonansi Hidupku

Lubang Resonansi Hidupku

Setiap petikan itu mengalunkan nada – nada lembut yg menenangkan hati. Ntah kenapa setiap melihatnya ga bisa menahan hatiku untuk tidak mendengarkan dan menikmati suaranya. Gelap. Masih tidak ada terang.

Tapi aku bisa mendengarkan suaranya perlahan. Suara dari getaran – getaran kecil mengalun pelan membawaku masuk melihat hari kemarin, hari ini, dan hari esok dan melihat kebesaran karyaNya dalam nyata hariku.

Tidak ada yang lebih baik dari mengawali dan mengakhiri hariku dalam kesunyian bersama Dia ditemani nada nada itu.

Tapi bukan temanku ini yang terbaik. Ada yang jauh lebih baik dari itu. Tapi setidaknya aku belajar sedikit dari dia. Bagaimana getaran – getaran kecilnya membantuku untuk melihat lebih dalam tentang Tuhan – sahabat terbaik sebenarnya. Bagaimana getaran kecil itu ikut menggetarkan hatiku, membuatku untuk tidak ingin melihat sekitar dan melihat dalam pejaman kelopak mata – bukan tentang dia – tapi Dia.

Pelajaran fisika SMP mengingatkanku pada suatu hal tentang dia. Bahwa tali tali kecilnya tidak dapat menyanyikan nada nada lembut tanpa sesuatu yang dinamakan kotak resonansi. Dan bagaimana kotak resonansi ini mengeluarkan suara ke luar adalah dengan membiarkan getaran suara itu keluar dari sebuah lubang, menuju udara bebas.

Ilmiahnya, getaran senar yang dihasilkan menghasilkan gelombang suara. Dan getaran itu akan ikut menggetarkan udara di dalam kotak udara. Udara dalam kotak ini akan bergetar dan memperbesar dampak dari getaran kecil dari senar. Udara akan bergetar sesuai frekuensi dari senar dan saling menggetarkan dan menambah kuat gelombang suara yang dihasilkan. Getaran – getaran yg merambat ini akhirnya sampai ke telinga, dan akhirnya ikut menggetarkan hati. :)))

Sekarang aku berpikir, getaran itu menghasilkan efek domino. Berdampak besar ketika dibiarkan terbuka dan dapat pergi ke udara bebas. Merambat melalui udara, sampai merambat ke setiap telinga yang mendengar. Dan semua orang dapat menikmatinya.


Dulu aku berpikir bahwa hidupku-milikku-keputusanku-berbicara tentang aku-dan berusaha sesedikit mungkin membiarkannya dicampuri dan mencampuri orang lain. Rasanya jadi semacam khamir kalo ada yg banyak mengetahui segala sesuatu tentang cowo bernama andre. Aku jadi bukan aku. Pilihan terbaik untuk membuat aku tetap menjadi aku adalah menutupnya bagi orang lain. Memutuskan dan mengerjakan segala sesuatu sendiri adalah pilihan paling mutlak kapanpun dan dimanapun aku berada.

Orang lain itu tidak ada.

Semacam gimik di balik tokoh utama sebuah komik.

Cuma memperjelas makna.

Mungkin menambah lucu, atau menegaskan situasi.

Pengaruh ke tokohnya dalam cerita?

Nothing. It was. Haha


Aku dan teman kecilku bangun di pagi hari. Ada dengkuran kecil dari kiri kanan kosanku sayup sayup terdengar. Ntah kenapa aku pun bisa mendefinisikan orang – orang yg masih pulas itu. Alunan itu mulai lagi. Membawaku tak tahan untuk tak memejamkan mata. Kembali melihat hari kemarin-hari ini-hari esok-semua sesuai apa yg ada di buku 1358 halaman yang biasa ada di sampingku setiap pagi. Dan mulutku pun mulai berbicara. Setiap kata – kata manis dengan banyak frekuensi suara, seperti bercakap – cakap hanya saja disertai nada nada, pada Dia – ya Dia. Dan waktu – waktu itu membuatku mengerti sesuatu hal. Aku ada untuk satu keutuhan pribadi, Dia yg ada pada awal dan akan terus ada pada akhirnya-untuk mengagungkan Dia.

Karena Dia agung-sepantasnya setiap orang yg bertemu Dia mengagungkannya. Itu sama seperti ketika kau mencium suatu aroma yang harum. Maka dengan otomatis, kita akan menikmati aroma itu. Dan sepantasnya begitu. Dan Dia agung. Ketika manusia ada, maka selayaknya Dia diagungkan. Dan Dia baik. Selayaknya Dia dikasihi. Dan Dia adalah keseluruhan segala yang baik.

Ohh.

Aku ga tahan untuk ga memuji Dia.

Terlalu indah. Terlalu manis.

Memanggil namaNya, thats awesome.

Mungkin bisa menghabiskan bermenit menit hanya menyebutkan namaNya.

Rasa hatiku tergugah.

Bergoncang.

Entah bagaimana mendefinisikannya.

Ahhh. Atau semacam getaran.


Tunggu…
Dia membuat hatiku bergetar melihat keindahanNya.
Ada yang salah..

Getaran ini seharusnya menggetarkan orang orang lain. Setiap mereka. Setiap orang. Dunia. Dan harusnya getaran itu merambat – jauh – ke ujung ujung bumi. Supaya setiap mereka bangun mendahului fajar untuk merasakan pengalaman ini.


Dan suara lembut – indah – tapi bukan teman kecilku – suara agung yang mulia,

berkata “Pergi”.
Satu kata manis membuatku mengerti. Getaran itu harus disampaikan.

Semua orang harus merasakannya.

Tapi bagaimana?

Teman kecilku tahu bagaimana agar keindahannya didengarkan banyak orang. Dan kini aku tahu…
Membiarkan ada lubang yang terbuka bagi orang lain. Membuka hidup bagi orang lain – perkataan – perbuatan – yang bisa dilihat dan didengar orang. Setiap orang.
Setiap hal ini terlalu indah untuk disimpan sendiri. Dan aku mau buka agar setiap hal indah ini bisa merambat, menggetarkan hati setiap orang , sampai setiap mereka beresonansi dengan frekuensi yang sama – frekuensi yang sama yang kudapatkan dari Dia.